Bali Triathlon 2009 untuk Kebangkitan Bali

Written by AskIndonesia.com on May 20, 2009

Ajang “Bali International Triathlon (BIT)” akan kembali digelar di pantai Jimbaran, 28 Juni mendatang. Ketua pelaksana acara, John M Daniels, di Jakarta, Selasa (19/5), menyampaikan harapannya supaya ajang ini menjadi sumbangsih dunia olahraga bagi kebangkitan pariwisata Bali.

Pariwisata Bali rusak usai dihantam serangkaian peristiwa bom. Keindahan alam dan budaya berubah menjadi ancaman yang mengundang ketakutan.

Keadaan itu menyusahkan warga Bali. Pariwisata yang menjadi salah satu penopang hidup utama warganya, lenyap. Industri yang hancur menyisakan masalah pengangguran. Kemiskinan mengintai masyarakat pulau dewata.

Sebelum semakin parah, berbagai pihak berupaya menyaput awan gelap dari atas pulau dewata. Berbagai gelaran politik, ekonomi, dan budaya bertaraf internasional digelar di sana. Salah satu tujuannya yaitu mengembalikan kepercayaan dunia kepada Bali.

Olahraga tak kurang penting mengambil bagian upaya ini. Sifatnya yang universal, sisipan pesan perdamaian, dan embusan semangat juang menjadikan olahraga menjadi sarana efektif memulihkan keceriaan Bali.

Dari sejumlah ajang olahraga yang digelar, triathlon adalah salah satunya. Ajang yang memadukan cabang lari, renang, dan balap sepeda ini tepat untuk iklim dan geografis Bali, yang berpantai dan berpasir indah. Melalui ajang ini, peserta dan penonton diajak menyaksikan keindahan dan keramahan Bali.

“Pada penyelenggaraan BIT yang pertama di tahun 2007, kami memperjuangkan kembali reputasi Bali sebagai tujuan wisata yang aman sesudah serangan bom Bali kedua,” ujar Daniels.

“Dengan penghargaan internasional yang telah diperoleh BIT dari salah satu majalah triathlon terkemuka di Amerika, dukungan luar biasa pemerintah Bali, masyarakat dan industri pariwisata Bali, dan kemampuan menambah jumlah peserta setiap tahun, kami optimistis bahwa MRA BIT akan kembali meraih sukses,” lanjutnya.

spacer Bali Triathlon 2009 untuk Kebangkitan Bali

Menurut Daniels, tahun lalu sekitar 350 peserta dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang ini. Hal ini sangat membantu pariwisata Bali, karena peserta membawa serta keluarga dan kerabatnya.

“Kebanyakan mereka tidak datang untuk hadiah atau untuk berolahraga. Mereka datang untuk berwisata, dan triathlon bisa disebut sebagai undangannya,” kata Daniels.

“Kami berharap, peserta tahun ini akan meningkat dua kali lipat. Saat ini memang baru 200 peserta yang terdaftar. Tetapi, kita berharap akan banyak yang menyusul karena pendaftaran baru ditutup pada 27 Juni mendatang,” sambungnya.

Sementara itu, menurut duta olahraga MRA, Richard Sambera, gelaran BIT ini memang tidak bicara pretasi, karena memang bukan itu fokusnya. Melalui ajang ini, orang justru diajak untuk menikmati olahraga sebagai bentuk pencarian kegembiraan dan semangat.

“Triathlon itu tidak selalu bicara prestasi. Ajang ini lebih dekat dengan ajakan mengalahkan diri sendiri. Maksudnya, bagaimana orang yang sudah kelelahan berenang masih harus bersepeda, dan setelah itu berlari. Bisa finis saja orang sudah bangga bisa menunjukkan semangat pantang menyerah,” papar mantan atlet renang ini.

Sambera mengatakan, ajang ini akan dimulai dengan berenang di pantai sejauh 1,5 kilometer, dilanjutkan dengan bersepeda sejauh 40 kilometer, dan berlari sejauh sepuluh kilometer.

Untuk menyelesaikan lomba, atlet triathlon profesional hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Sementara, untuk amatir, mereka bisa menyelesaikan balapan ini hingga empat jam atau lebih.

“Esensinya bukan menang, tetapi bagaimana orang mau mempertahankan semangat dan usaha menyelesaikan tahapan lomba. Lagi pula, ajang ini memang tidak pertama-tama ditujukan kepada atlet, tetapi kepada orang awam,” jelas Sambera. Pada acara nanti, Sambera akan turut ambil bagian. Ia akan masuk dalam kategori amatir.

kompas


Copyright, respective author or news agency

Leave a Comment