Bom Aktif Ditemukan di Masjid Kasepuhan Cirebon

Written by AskIndonesia.com on February 27, 2010

Hampir saja perayaan hari Maulid Nabi Muhammad SAW di tempat bersejarah Mesjid Agung Sang Ciptra Rasa Keraton Kasepuhan Cirebon terganggu. Pasalnya, sebuah bom yang sudah diaktifkan dengan penanda waktu (timer), ditemukan di masjid tersebut dan akan meledak tepat pada saat perayaan Maulid Nabi tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Kota Cirebon, Ajun Komisaris Besar Polisi Ary Laksmana Wijaya membenarkan berita tersebut. Pihaknya saat ini sudah mengamankan bom tersebut dibantu tim Gegana Brimob Kompi C.

Sementara menurut Komandan Brimob Kompi C, Brigadir Kepala Agus Rido mengatakan, saat ditemukan bom tersebut sudah diaktifkan dan penanda waktu masih berjalan. Bom tersebut tidak jadi meledak karena ada kabel yang tidak tersambung sempurna.

Menurut Kombes Ary, bom tersebut sudah ditemukan pengurus masjid, Rahmat dan Hassan, sejak hari Jum’at sore. Namun, karena hanya ditaruh dalam bungkusan kantong plastik hitam, mereka mengira barang tersebut milik pengunjung masjid yang sedang beribadah.

Kecurigaan mulai saat mereka melihat barang tersebut masih ada pada hari Sabtu pagi. Mereka pun mengintip isi barang tersebut dan ternyata melihat rangkaian kabel dan timer yang berjalan. Mereka pun langsung melapor kepada polisi. Bungkusan tersebut langsung dilumpuhkan dan diamankan oleh petugas Gegana Brimob Kompi C.

Saat ini, pihak kepolisian sedang mencari pembawa bom tersebut termasuk meminta keterangan para saksi. Polisi juga mempunyai dua kemungkinan yaitu bom tersebut memang akan diledakkan disitu atau direncanakan diledakkan ditempat lain namun tertinggal disitu

spacer Bom Aktif Ditemukan di Masjid Kasepuhan Cirebon

Bom tersebut menurut tim Gegana merupakan bom dengan daya ledak rendah, dalam radius sekitar 15 meter. Dibungkus kantong plasktik hitam yang didalamnya terdapat 3 bungkusan plastik lain. Bungkusan pertama berisi 50 butir petasan sebesar ibu jari dan bensin. Kantong kedua berisi timer dengan baterai 9 volt dan 2 petasan cabe rawit. Sementara kantong terakhir berisi pecahan kaca dan beling.

Pecahan kaca dan beling, serta bensin diduga digunakan untuk menambah daya rusak bom tersebut. Meski berdaya ledak rendah, jika bom tersebut meledak saat pelaksanaan ritual panjang jimat yaitu ritual memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW khas Keraton Kasepuhan Cirebon maka ribuan orang bisa terkena ledakannya.

Pihak Keraton Kasepuhan diwakili Putera Mahkota Keraton Kasepuhan, PRA Arif Natadiningrat, mengutuk adanya upaya mengebom mesjid. “yang melakukannya orang tidak beradab,” katanya.

Arif juga menduga kemungkinan sasaran diarahkan kepada keluarga Kesultanan termasuk Sultan Sepuh karena bom tersebut diletakkan didekat Krapyak, tempat dimana Sultan dan keluarga biasa melakukan sholat.

Pihak Keraton juga bersyukur bom itu tidak meledak karena sejak beberapa hari lalu, mulai sore kemarin hingga tadi malam ribuan orang berada baik di Keraton Kasepuhan aupun di Mesjid Agung Sang Cipta Rasa untuk mengikuti prosesi Panjang Jimat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.


Copyright, respective author or news agency

Leave a Comment