Demo Pasca Pelantikan Presiden

Written by AskIndonesia.com on October 21, 2009

Beberapa aksi unjuk rasa berlangsung di Jakarta dan beberapa kota besar menyambut pelantikan presiden baru. Dari data dari kepolisian, di ibukota, sebagian besar aksi digelar di depan Gedung DPR/MPR. Kebanyakan demonstrasi tersebut di antaranya berlangsung di gedung wakil rakyat tersebut.

Di depan Gedung Istana Negara, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (20/10), diwarnai ketegangan dengan polisi. Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia itu mengajukan tujuh tuntutan kepada Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.

Tujuh tuntutan itu terkait dengan pendidikan, ekonomi, kesejateraan dan korupsi. Dalam bidang pendidikan, mereka meminta pemerintah mengalokasikan anggaran 20 persen untuk pendidikan. Mereka juga meminta pemerintah mencabut Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan.

Unjuk rasa lain diadakan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Aksi dilakukan Jaringan Aksi Mahsiswa dan Pemuda Antikorupsi (JAM`S) dengan Elemen KM Universitas Borobudur, FAM Trisakti, KM Universitas 17 Agustus, Relawan Anti Korupsi, Gerakan Pemuda Anti Korupsi dan Pemuda Karya Anti Korupsi.

Di Kantor Depnakertrans, Jalan Gatot Subroto, Jaksel, Kantor BKPM juga akan ada unjuk rasa. Aksi itu dilakukan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia-KASBI (FBSKU, SPEK, GSBN, PROGRESIF, SPJ RMM, KSN, PRP, SMI, JGM, SPCI, SP Gemerik). Selain itu, unjuk rasa lainnya yang mengambil lokasi di depan Gedung DPR/MPR/DPD, yaitu Aliansi Parlemen Jalanan (APJ) (SRMI, LMND, FNPBI, PPDB, SPARTAN, Seniman Jakarta, PAPERNAS dan IISIP). Aksi itu juga mengambil lokasi di Kedubes Amerika Serikat Jl. Merdeka Selatan Jakpus.

spacer Demo Pasca Pelantikan Presiden

Aliansi Rakyat Untuk SBY (ARUS) juga melakukan aksi di depan gedung parlemen. Aksi ini dilakukan Komite Perjuangan Rakyat (KPR) dengan elemennya antara lain ABM, FPBJ, SMI, KPOP, SBTPI, GESBURI, GSPB, SPI, PPRM, SPKAJ, SBI, SEPETAK dan KPA. Unjuk rasa dilakukan Front Perjuangan Rakyat (FPR) dengan elemen Migrant Care, GSBI, OPSI, SBB, FBC, ATKI, FMN, CGM UBK, GMKI, PMKRI, HIHMAHBUDI, LPB, GRI dan SHI.

Sedangkan, Kesatuan Aksi Mahasiswa Raya Jakarta (KM Raya Jakarta) melakukan aksi dengan elemen dari UIN, UBK, APP, BSI Bekasi dan Warga Korban Pembangunan Tol Palimanan Cirebon.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM-UI) juga melakukan unjuk rasa di depan gedung parlemen. Menurut TMC Polda metro Jaya, unjuk rasa lainnya dilakukan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, Banten, Purwokerto, Gerakan Pemuda Mahasiswa Sosialis dan At-Tahiriyah. Unjuk rasa dilakukan Gerakan Merah Putih dengan elemen KM LASKI, UMJ, Univ Atma Jaya, UHAMKA, Borobudur dan Jayabaya.

Forum Bersama dengan elemen FKPI, JAMPER, RPM, UKI, FAM YAI, REPDEM, Gunadharma, PRODEM, KAU, GMNI, BENDERA, BMD, PENA 98 melakukan unjuk rasa di depan gedung parlemen. Sedangkan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dengan elemen dari Unpad, UNJ, UIN, ITS, UNAIR, UK Petra, UNTAG, UWK, UNDIP dan UNESA melakukan aki depan Gedung DPR/MPR Jl Gatot Subroto Jakpus setelah sebelumnya melakukan aksi serupa di depan Istana Negara Jl Merdeka Utara Jakpus.

Federasi Perjuangan Buruh Jabodetabek (FPBJ) melakukan aksi di depan Gedung DPR/MPR Jl Gatot Subroto Jakpus. Aksi dilanjutkan dengan aksi di Kantor Komisi Yudisial Jl Kramat Raya Jakpus. Sedangkan Aliansi Rakyat Tangkap Koruptor BLBI melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR Jl Gatot Subroto Jakpus dilanjutkan ke Gedung Indofood, Jalan Sudirman, Jaksel. Unjuk rasa serupa juga dilakukan oleh Forum Mahasiswa Indonesia

metro TV


Copyright, respective author or news agency

Leave a Comment