Dukun Wanita Pengganda Uang Ditangkap Polisi

Written by AskIndonesia.com on February 6, 2010

Seorang wanita yang mengaku sebagai dukun yang bisa menggandakan uang dijemput oleh petugas dari Polres Tulungagung untuk ditahan. Dukun palsu yang diketahui bernama Suryani tersebut ditangkap atas laporan dari para korban penipuan dengan modus penggandaan uang yang dilakukan oleh Suryani.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustofa, modus yang digunakan oleh pelaku ini terbilang sederhana. Pelaku hanya meminta para korban untuk menyetorkan sejumlah uang yang akan menjadi berlipat ganda setelah mengendap beberapa tahun.

Atas tindakan penipuan tersebut, dan juga berdasar laporan warga, maka perempuan berusia 50 tahun ini diciduk di rumahnya di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.

Modus penipuan yang dilakukan oleh Suryani menurut para korban, setiap korban menyetorkan uangnya kepada pelaku rata-rata senilai Rp 1 juta. Dari setira setoran tersebut, korban dijanjikan mendapatkan hasil yang berlipat ganda hingga mencapai miliaran rupiah dalam jangka beberapa tahun

spacer Dukun Wanita Pengganda Uang Ditangkap Polisi

Jam terbang Suryani sendiri cukup lama, dimulai dari tahun 2002 pelaku sudah membuka praktek ini. Hingga kini, jumlah korban menurut polisi sudah mencapai 60 orang dengan total uang diperkirakan hingga Rp. 600 juta rupiah.

Suryani, terancam hukuman minimal 4 tahun penjara sesuai dengan pasal yang dituduhkan yaitu Pasal 378 dan 372 KUHP. Polisi juga memperoleh alat bukti yang meyakinkan dari pelaku berupa minyak wangi, serban, kotak kayu berisi kertas yang dipotong seukuran uang kertas sebanyak tujuh lembar, dan beberapa barang bukti lainnya.

Sementara, Suryani mengaku hanya menjalankan praktik ini hanya untuk memperoleh uang untuk digunakan membiayai keperluan pribadinya.

Suryani, bukan pelaku praktik penggandaan uang yang pertama yang ditangkap polisi, sebelumnya polisi sempat menangani berbagai macam kasus penipuan berkedok penggandaan uang. Pada beberapa kasus bahkan penipuan tersebut disertai dengan pembunuhan atau pembunuhan berantai.


Copyright, respective author or news agency

Leave a Comment