Kapal Patroli Malaysia Siap Ditarik

Written by AskIndonesia.com on June 11, 2009

Tim Delegasi Komisi I DPR-RI mengatakan Malaysia siap menarik kapal patroli dari perairan Ambalat dan akan memberikan sanksi tegas kepada prajuritnya bila memicu konflik di Ambalat.

“Dalam kesepakatan dengan Malayasia, pejabat Malaysia sepakat mengurangi aktivitas kapal patroli di perairan Ambalat dan siap menarik pasukannya,” kata Ketua Rombongan Delegasi Ambalat Yusron Izra Mahendra di Bandara Soekarno Hatta Terminal II E, di Tangerang, Kamis malam.

Menurut Yusron, melalui hasil perundingan Tim Delegasi Ambalat dengan Wakil Ketua DPRD Malaysia Datuk Wan Junaidi, Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Sri Ahmad, dan Wakil Menteri Luar Negeri Senator Kohilan A Pillay beserta Panglima Diraja Malaysia Laksamana Tan Sri Datuk Sri Abdul Azis Jaafar, dihasilkan beberapa kesepakatan.

“Bahwa Malaysia tidak ingin terjadi kontak fisik dengan Indonesia, dan dalam kasus Ambalat kedua belah pihak sepakat untuk cooling down,” katanya.

Diungkapkan Yusron, Tim Delegasi menegaskan kepada para petinggi Malaysia bahwa Ambalat merupakan wilayah Indonesia sesuai dengan ketentuan UNCLOS 1982 yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Indonesia juga pernah mengebor minyak di Ambalat sejak dulu, tetapi Malaysia mengaku Ambalat miliknya sebagai negara kepulaun sejak tahun 1979,” katanya.

spacer Kapal Patroli Malaysia Siap Ditarik

Sementara itu, Wakil Ketua Delegasi Happy Bone Zulkarnain mengaku, petinggi militer Malaysia menjelaskan berpatrolinya sejumlah kapal milik Malaysia di perairan Ambalat bukan bermaksud menyerang Indonesia.

“Kami tidak akan berperang dengan Indonesia, dalam keadaan apa pun kita akan memperbaiki hubungan baik dan persaudaraan dengan Indonesia,” kata Bone menirukan ucapan Panglima Diraja Malaysia Laksamana Tan Sri Datuk Sri Abdul Azis Jaafar kepada Tim Delegasi.

Bone mengatakan kalaupun nanti ada prajurit kapal patroli Malaysia melakukan serangan kepada tentara Indonesia di Ambalat, Panglima Diraja Malaysia siap memberikan sanksi tegas kepada prajurit Malaysia tersebut.

“Dia (Panglima Diraja Malaysia) berkata akan menjatuhkan hukuman kepada anak buahnya, dan bila terjadi konflik itu Panglima Diraja akan meminta maaf kepada Indonesia secara tertulis,” tambahnya.

Dalam lawatannya ke Malaysia yang berlangsung selama dua hari, belum ada kata sepakat dari Malaysia untuk memutuskan dan menyatakan bahwa Ambalat merupakan wilayah Indonesia.

“Secara politik memang ada kesepakatan, namun secara hukum international laut Malaysia belum mengakui Ambalat itu milik Indonesia,” kata Bone kepada ANTARA.

antara


Copyright, respective author or news agency

Leave a Comment