MUI Jatim Tolak Pezina Jadi Kepala Daerah
Written by AskIndonesia.com on April 17, 2010Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, mendukung pernyataan Mendagri Gamawan Fauzi yang melarang calon kepala daerah cacat moral. MUI mengharapkan agar masyarakat bisa cerdas sebelum memilih calon pemimpinnya.
Ketua Bidang Fatwa MUI Jatim, KH Abdurrahman Navis, mengatakan bentuk moralitas dari pemimpin dilihat dari berbagai sisi. Dari sisi kejujuran dan sisi moral dimasyarakat.
“Untuk menjadi seorang pemimpin dilihat dari berbagai sisi salah satunya bentuk cacat di masyarakat. Tapi tidak hanya dilihat dari persoalan zina, bisa jadi dari kejujurannya, artinya tidak pernah korupsi dan segala macam. Artinya mereka tidak layak jadi pemimpin,” kata KH Abdurrahman Navis, seperti dilansir oleh detiksurabaya.
Menurut pria yang juga menjadi pengurus PWNU Jatim ini, dia berharap masyarakat bisa cerdas memilih calon pemimpinnya. “Mudah-mudahan masyarakat bisa cerdas melihat calon pemimpin daerah dan mencari pemimpin yang baik secara moral,” tandasnya.
|
|
Mendagri Gamawan Fauzi mengatakan calon terindikasi pernah berbuat mesum atau berselingkuh tidak boleh menjadi bupati atau walikota. Pemerintah mematangkan kualifikasi tambahan bagi pasangan bakal calon kepala daerah dalam revisi UU Pemerintah Daerah. Kebijakan ini bukan untuk menjegal langkah kalangan artis ikut berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah.
Dari data yang dihimpum, Maria Eva dan Julia Perez kabarnya akan meramaikan Pemilihan kepala Daerah di Jatim. Maria Eva yang terkenal dengan skandal video porno-nya dengan politisi Golkar, Yahya Zaini, berencana maju di Pilbup Sidoarjo. Sedangkan Julia Perez akan maju di Pilbup Pacitan.
Copyright, respective author or news agency



















