Staf SBY Tuding Kader PKS Terlibat Kasus Century
Written by AskIndonesia.com on February 27, 2010Muhammad Misbakhun, seorang inisiator hak angket Bank Century dari Partai Keadilan Sejahtera diduga terlibat dalam kasus Bank Century. Misbakhun disebut terlibat dalam kasus Letter of Credit (LC) fiktif dan disebut mempunyai konflik kepentingan dalam masalah tersebut.
Dugaan ini disebutkan dalam pernyataan yang diungkap oleh Andi Arief, seorang staf khusus Presiden SBY dalam acara jumpa pers yang digelar di gedung Wantimpres di Jakarta. Andi bahkan menyebut Misbakhun sebagai ‘perampok’
“Kita menjelaskan keganjilan keganjilan mengapa kita tidak mengejar perampokan yang disebut Pak JK. Salah seorang inisiator pansus diduga menjadi perampok,” ungkap Andi seperti dikutip oleh detik. “Menurut kami seorang inisiator tidak lazim memiliki conflict of interest,” lanjut Andi mengkritik Misbakhun.
Meski mengaku yakin akan dugaan dan mengaku memiliki bukti yang kuat, namun, Andi tidak menyebutkan darimana sumber data yang dia dapat mengenai Misbahkun.
Menurut Andi, hal tersebut diungkapkan untuk memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat. Dan nampaknya, Andi akan menindaklanjuti kasus ini dengan melaporkan Misbakhu ke Mabes Polri.
|
|
Sementara Misbakhun, kepada detik mengungkapkan tidak merasa bersalah dan siap untuk di laporkan. Misbakhun juga mengaku memang sempat berhubungan dengan Bank Mutiara, namun sudah dibatalkannya.
“Tidak benar soal konflik kepentingan itu. Soal LC, itu gagal bayar dan sudah direstrukturisasi semua. Tanya aja ke Bank Mutiara,” kata Misbakhun.
Dikatakan sebagai perampok, Misbakhun balik mengataka bahwa Andi Arief bersikap seperti penjilat. Misbakhun pun meminta SBY untuk memecat stafnya di bidang bantuan sosial dan bencana alam tersebut.
Apa yang dilakukan oleh Andi Arief tersebut menurut Misbakhun, jauh diluar tugasnya sebagai staf bidang sosial dan bencana alam.
“Kita sedang berhadapan dengan orang-orang penjilat di sekitar presiden, kepengen punya poin di hadapan presiden supaya dilihat sebagai prestasi,” kata Misbakhun yakin apa yang dilakukan Andi bukanlah atas perintah presiden.
“Kalau saya dipilih oleh rakyat, dapat mandat dari rakyat dan menjalani fungsi pengawasan ke pemerintah. Sementara mereka, dipilih oleh presiden untuk bencana. Apa kerjaan mareka. Mereka lari kemana-mana. Nggak jelas,” cetus Misbakhun.
“Negara membayar orang-orang yang tidak jelas kedudukannya. Kekuasaan gampang jatuh jika dilingkupi orang-orang penjilat,” tandasnya.
sumber: detik
Copyright, respective author or news agency



















