TKW di Malaysia Sekarat Di-Depan Majikan Yang Asyik Makan

Written by AskIndonesia.com on January 22, 2010

malaysia TKW di Malaysia Sekarat Di Depan Majikan Yang Asyik MakanSetelah kasus Muntik, pembantu asal Indonesia yang meninggal di Malaysia akibat disiksa majikannya pada bulan Oktober 2009 lalu, kini giliran Nurul Aida, tewas akibat disiksa majikannya. Nurul ditemukan di rumah majikannya sedang sekarat sementara majikannya, suami istri asal India sedang makan di meja yang tak jauh dari Nurul

Nurul sempat ditolong oleh 3 wanita warga negara Malaysia yang menemukannya dan kemudian membawanya ke Kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur. Ceritanya, saat Too, salah satu wanita tersebut datang ke rumah majikan Nurul, dia menemukan Nurul tergeletak di lantai dengan muka pucat. Sedangkan majikannya sedang makan di meja makan dan membiarkan Nurul yang sedang tergeletak tidak berdaya.

Kemudian Top bersama dua temanya membawa Nurul ke Kedubes RI, namun di tengah perjalanan, Nurul meninggal dunia. Too sempat meminta ijin pada majikan Nurul untuk membawa Nurul pergi. Sang majikan setuju, asalkan tidak memanggil ambulans dan polisi. Demikian keterangan Too kepada staf Satgas KBRI.

Satya, seorang Satgas kedutaan membenarkan hal tersebut. “Nurul Aida dibawa ke Kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur oleh tiga wanita warga Malaysia, dua orang etnis Cina, dan seorang Melayu, untuk mendapatkan perlindungan karena diduga korban disiksa oleh majikan,” katanya.

Lebih lanjut diceritakan, Nurul diangkat ke mobil oleh bantuan anak majikan. Too tidak membawa Nurul ke kantor polisi atau rumah sakit tapi membawanya ke Kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur yang mempunyai waktu jarak tempuh sekitar dua jam. Salah seorang teman Too, seorang perawat, menjadi saksi peristiwa tersebut.

spacer TKW di Malaysia Sekarat Di Depan Majikan Yang Asyik Makan

Ketika tiba di Kedubes, Nurul bukan duduk di jok mobil tetapi berada di bagasi yang diberikan alas dan selimut. Alasan Too dan kawan-kawannya, tubuh Nurul sudah mengeluarkan bau tak sedap.

Jenazah Nurul, kemudian dibawa oleh petugas Kedubes dibawa ke sebuah rumah sakit yang ada kantor polisinya di Kuala Lumpur. Petugas tersebut berkonsultasi dengan polisi Malaysia dan meminta laporan polisi dan otopsi. Menurut Satya, pihak kepolisian Malaysia sempat marah besar, karena korban bukan dibawa ke kantor polisi atau rumah sakit, tetapi justru dibawa ke Kedutaan.

Pihak kepolisian Malaysia akhirnya menetapkan Too dan kawannya sebagai tersangka dan ditahan. Dari hasil penyidikan kepolisian Malaysia, Too, diketahui ternyata seorang pemasol pembantu individual (perorangan) bukan sebuah perusahaan agen resmi. Too merupakan pemasok yang memberikan Nurul Aida kepada majikan India untuk dijadikan pekerja restoran.

Jadi, Too ikut berkepentingan dalam kasus ini. Menurut kepolisian Malaysia, Too, menahan paspor Nurul Aida. Paspor tersebut dikeluarkan di Tanjung Balai Asahan, tanggal 23 Januari 2009. Nurul Aida masuk ke Malaysia sebagai turis pada tanggal 1 Februari 2009. Ijin tinggal Nurul sudah kadaluawarsa sejak 28 Maret 2009. Saat ini Nurul berstatus pendatang ilegal.

“Too datang ke rumah majikannya untuk mengontrol Nurul karena belum ada ijin kerja dan paspornya sudah kadaluwarsa. Terakhir, Kamis sore ternyata dia sedang tergeletak di lantai dengan muka pucat & biru sementara majikannya malah asyik makan,” demikian pengakuan Too seperti diceritakan staf KBRI.


Copyright, respective author or news agency

Leave a Comment