Tokoh OPM Siap Damai Dengan Pemerintah Demi Papua

Written by AskIndonesia.com on January 25, 2010

Nicolas Jouwe, seorang tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang selama ini tinggal di Belanda karena perbedaan pendapat dengan pemerintah RI, akhirnya menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah untuk membangun kembali Papua. Nicolas yang sudah 40 tahun di Belanda juga siap untuk kembali menetap ke kampung halamannya.

Hal tersebut dikemukakan Menko Kesra Agung Laksono, saat menerima kedatangan Nicolas Jouwe di kantornya di Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (25/1/2010). Disebutkan oleh Agung, Nicolas menilai bahwa pemerintah, sekarang ini sudah lebih peduli dengan Papua. Selain itu juga kondisi politik sudah berubah dan juga saat ini pemerintah Papua sudah memiliki otonomi sendiri, tinggal pembangunannya.

“Perhatian pemerintah dan kondisi politik sudah berbeda terhadap Papua. Setelah melihat sendiri perkembangan tahap demi tahap, beliau kembali ke papua,” demikian ungkap Nicolas kepada Agung.

Nicolas juga berencana menyampaikan surat kepada Presiden SBY, berkaitan dengan pembangunan Papua di waktu-waktu yang akan datang. “Saya berencana menyampaikan pikiran pribadi kepada Presiden SBY dalam surat permohonan kepada presiden,” kata pria berusia 85 tahun tersebut.

spacer Tokoh OPM Siap Damai Dengan Pemerintah Demi Papua

Surat tersebut sempat dibacakan di depan Agung oleh Frans Albert Joku, anak Nicolas yang hadir dalam pertemuan tersebut, Isi surat tersebut antara lain berisi sembilan saran dan pendapat sebagai poin masukan bagi pemerintah dalam kaitannya dengan berbagai isu dan masalah di Papua.

Salah satu permohonan tersebut adalah membentuk badan pengawas otonomi khusus. Selain itu Nicolas juga meminta agar SBY bersedia bertemu langsung dengan tokoh-tokoh Papua. Mengenai pengawas otonomi tersebut, Nicolas menyatakan siap menjadi mitra pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Nicolas sempat mengutuk kasus penembakan di PT. Freeport Papua. Pria yang berjalan dengan memakai tongkat tersebut menyebut aksi penembakan karyawan Freeport sebagai aksi yang tidak berperikemanusiaan. Nicolas mengaku menyesal atas terjadinya peristiwa tersebut.

Nicolas juga meminta semua pihak mencari penyelesaian bersama. Menurutnya, pasti ada sebab-sebab penembakan tersebut dan solusi terbaik adalah dengan mengetahui penyebabnya terlebih dahulu, baru dibicarakan bersama.


Copyright, respective author or news agency

Leave a Comment